Habbatussauda’ (Nigella sativa) memiliki beberapa nama, diantaranya: jintan hitam (Indonesia, Malaysia), black cumin (India), kolonji, (Afrika), black seed (Amerika), habbatul barokah (Mesir), habbatussauda’ (jazirah arab), dll. Habbatussauda’ adalah herbal yang sangat besar manfaatnya bagi dunia kesehatan, bahkan merupakan jenis herbal yang direkomendasikan langsung oleh Rasulullah ‘alaihi wassallam sebagaimana disebutkan dalam hadits, Rasulullah ‘alaihi wassallam bersabda, “Tidak ada satupun penyakit melainkan dalam habbatussauda’ terdapat kesembuhan padanya kecuali kematian.” (H.R. Muslim)
Pernyataan Rasulullah ‘alaihi wassallam tersebut telah terbukti kebenarannya baik secara empiris (pengalaman nyata) maupun secara medis melalui berbagai uji klinis. Di timur tengah, habbatussauda’ telah digunakan sebagai obat selama lebih dari 2000 tahun dan lebih dari dua ratus studi yang dilakukan universitas internasional dan artikel yang dipublikasikan pada bermacam-macam jurnal ilmiah telah membuktikan kebenaran khasiat habbatussauda’.
Dan sebagai salah satu keutamaan para sahabat adalah semangat mereka dalam melaksanakan segala perintah bahkan anjuran rasulullah walaupun itu amalan sunnah, terlebih lagi yang wajib. Hal ini merupakan bentuk cinta mereka terhadap beliau.
Sebagian yang lain (termasuk orang kafir pun) justru menambah semangat mereka untuk meneliti zat tersebut.
Nigella Sativa, nama latin dari habbatus sauda’, sudah dikenal sejak zaman yunani kuno. Konon, raja-raja Yunani dikubur bersama dengan biji-biji Nigela Sativa yang berfungsi untuk mengawetkan mayat. Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama mencatat bahwa Nigella Sativa digunakan untuk mengobati sakit kepala, saluran pernafasan, sakit gigi, dan cacing usus. (Majalah Natural Edisi 01 Januari 2005, hal. 30.)